cerita lordmancer | gameid
by admin
Semuanya berawal dari Perjalanan menyusuri wilayah-
wilayah tua di kota dapat
terlihat rumah-rumah tua yang
terbengkalai. Rumah-rumah tsb
sering dijumpai namun jarang
dimasuki. Sejarah ini berawal sejak saat kami bersama teman-
teman memutuskan
menyelidiki salah satu rumah
yang terbengkalai dan menarik
perhatian kami. Kami masuk ke halaman dan
menuju ke pintu sambil
menghindari puing-puing. Di
dalam rumah, reruntuhan di
mana-mana. Di dinding
tergantung beberapa lukisan murahan; mebel tua namun
bukan barang antik sedangkan
tirai dan karpet nampak masih
bagus hanya teronggok begitu
saja. Tembok dan langit-langit
yang bertahun-tahun tertutup jelaga dari lilin yang tersebar di
rak-rak buku dan tepian
jendela-jendela, di antara sisa
lilin yang membentuk stalaktit.
Kami menyusuri kamar-kamar
yang gelap dan suram. Di mana- mana berantakan, berdebu
serta bau asap dan busuk. Di
keremangan, setelah menaiki
tangga kami tiba di ruangan
yang besar dan penuh dengan
mebel setengah membusuk.
Karpet tua Mendekati tembok ruangan,
kami melihat karpet tua dan
sobek-sobek di beberapa bagian
namun secara keseluruhan
masih indah. Warnanya telah
dimakan waktu, merah berubah menjadi jingga
sedangkan warna perak
menjadi kebiruan, namun kesan
secara keseluruhan masih
menakjubkan. Setiap inci,
bahkan tepiannya, dihiasi gambar-gambar yang
menakjubkan, benar-benar
berbeda satu sama lain. Detilnya
tidak hilang: mata kami
terbelalak melihat semuanya
secara bersamaan. Di satu tempat selusin pola terangkai
menjadi satu, di tempat lain
pola-pola tersebut berdiri
berjajar saling menghalangi
seperti anak-anak nakal.
Beberapa berlarian ke tepian, sedangkan yang lainnya justru
menuju ke tengah agar dapat
bergabung dengan
pemimpinnya yang
menakutkan. Di bagian utama
karpet tertera tulisan-tulisan kaligrafi arab berwarna-warni
yang mengagumkan dengan
dasar berwarna hijau
kecoklatan, mengingatkan pada
pencitraan flora dan fauna. Di
tengah-tengah karpet dihiasi medali yang besar dengan
warna-warni mencolok
bagaikan taman di musim
gugur, dengan ratusan figur
yang geometris, beberapa
diantaranya tak beraturan dan sebagian lainnya sangat tertib
serta bunga-bunga dan rumus-
rumus matematika. Dan tiba-
tiba kami mellihat dunia di
sekelliling kami, rumah,
tembok dan lantai tempat kami berpijak, hilang entah ke mana.
Tiba-tiba kami serasa melayang
di udara di atas karpet yang
terbentang di bawah.
Dunia misteri Akan tetapi karpet bukan lagi
karpet. Sulamannya bergetar,
seolah berupaya melepaskan
diri, warna dan polanya
bergejolak, saling mengalir.
Karpetpun hidup. Dari kain muncul sejenis pemandangan,
lebih tepatnya campuran
pemandangan. Bukankah di
bawah itu kartu tora yang
terlihat dari ballik awan?
Ataukah itu sungai? Dan tidakkah kamu mendengar
gemuruh airnya yang jatuh dari
kilauan air terjun? Di bawah kami terbentang
dunia. Dengan setiap denyut
jantung, mata kami terbuka
oleh semua peristiwa baru.
Danau yang di punggunnya
bertaburan untaian pulau, bagai ikan paus yang sedang
pulas.Padang rumput dengan
ilalang yang melambai tertiup
angin. Hutan bak beludru yang
menutupi bukit beratapkan
menara pengawas yang berkilau tertempa sinar
mentari. Terdapat tanda-tanda
kehidupan manusia meski
mereka tak nampak. Di tepi
sungai yang berkelok, terdapat
rumah-rumah tempat mereka bermukim dan bahkan hingga
di ujung tebing, tak peduli pada
gaya gravitasi. Dan kota dengan
arsitektur yang
mengerikankan, separuh
jalanannya menyesatkan dan separuh lainnya berakhir buntu.
Kebingungan nampak dimana-
mana. Dataran dan perbukitan,
daerah subur berselang-seling
dengan dengan kekeringan,
berbaur dengan semua pelanggaran hukum alam,
seolah-olah mahluk yang
selamat dari pikiran Tuhan.
Sumber kehidupan Kami pikir, betapa asiknya jika
dapat mampir ke sana, di antara
keragaman yang lestari, tanpa
tahu pemandangan apa yang
menunggu di kelokan. Hidup di
dunia tersebut pastilah petualangan yang abadi dan tak
berujung. Akhirnya kami tiba
di dunia kain, di dunia tempat
petualangan tanpa akhir
menghadang kami. Siang berganti malam dan
malam berganti siang. Sudah
beberapa bulan kami berkelana
di dunia ini. . . Уже несколько
месяцев мы бродили в этом
мире. За это время мы познакомились с обитателями
и легендами этого мира,
Многие тысячелетия назад,
маги нескольких рас пытались
создать мир, в котором они
смогут жить. Никто уже не помнит, кто был создателем
этого мира. Ковер был соткан
из нитей магической энергии.
Но ничто не вечно во
вселенной. С течением времени
магические нити становились все тоньше и тоньше, и
полотно мира начало
распадаться на отдельные
куски слоя реальности. Di pusat dunia "karpet" terdapat
Sumber Kehidupan dunia
tersebut, yang diletakkan di
sana oleh penyihir kuno, sang
pencipta karpet. Selama ribuan
tahun Sumber Kehidupan kehilangan kekuatannya dan
duniapun mulai runtuh.
Ketiadaan mengikis realita,
menyerap seluruh kota,
menghancurkan gunung-
gunung, mengubah aliran sungai dan menjadikannya
kubangan. Kami harus mencari
Sumber Kehidupan dan
menemukan cara untuk
menghidupkan lagi energinya.
Jika tidak maka dunia ini pasti akan kiamat...
Back to posts